Postingan

katakan "saya tidak mau di bayar untuk mengejar mimpi seseorang"

Gambar
“Kalau kamu tidak mengejar mimpimu, orang lain akan membayarmu untuk mengejar mimpi mereka.”   Bismillahirrahmanirrahim…. Masih ingatkan kita kisah dimana Ustman bin Affan membeli sumur seharga 20.000 dirham atau 5 milyar dan mewakafkan untuk kaum muslimin yang kekurangan air. Dari sumur itu melebar menjadi kebun yang luas, wakaf itu kemudian dirawat kekhalifahan Islam, lalu beralih ke tangan Kerajaan Saudi Arabia, hingga hari ini kebun wakaf itu masih tumbuh 1550 pohon kurma, keuntungannya mampu membeli sebidang tanah yang saat ini sedang dibangun hotel bintang lima dekat Masjid Nabawi yang bernama Hotel Ustman bin Affan dengan keuntungan per tahun diperkirakan senilai 50 juta real atau lebih dari 177 milyar, keuntungan dari semua wakaf itu separuh diberikan kepada anak-anak yatim dan fakir miskin, separuhnya digunakan mengembangkan wakaf Ustman bin Affan yang tersimpan dalam rekening wakaf yang bernama Ustman bin Affan. Itulah keteladanan dari kewirausahaan Ustman dengan All...

Lari atau tertinggal !!

Gambar
Mimpi. Satu kata penuh arti, satu kata beribu makna. Mimpi aku, kamu, dia, dan mereka berbeda. Kita tak punya mimpi yang sama. Aku dengan mimpiku, kamu dengan mimpimu, dia dengan mimpinya, dan mereka juga dengan mimpi mereka. Selama ini kita terlalu terfokus pada kata mengejar, mengejar, dan mengejar. Tak ada satu orang pun yang tak ingin mimpinya menjadi kenyataan, bukan? Termasuk aku dan kamu, kita berusaha melakukan segala cara untuk wujudkan mimpi. Namun, menurutku ada satu ungkapan yang menggelitik. "Bermimpilah setinggi langit!" Ku rasa, ungkapan itu tak salah, namun tak juga benar. Kita boleh bermimpi, kita boleh berangan-angan, kita boleh jadi ambisius, tapi fakta tetaplah realita. Bukankah tak ada sedikit pun kuasa pada kita untuk menentukan segalanya? Bagaimana jika kita di hadapkan pada situasi untuk melepas mimpi? Ku merenung, memikirkan semua. Memikirkan langkah apa yang selanjutnya harus ku ambil ?